ENDRA DHARMALAKSANA

RAJAWALI 1999

KAMI PERWIRA BHAYANGKARA
BERJIWA KSATRIA
DENGAN SEMANGAT YANG MEMBARA
KIBARKAN PANJI TRI BRATA
KEHORMATAN JUJUR TUGAS DAN KESETIAAN
PANDANGAN HIDUP KAMI
RASTRASEWAKOTTAMA TEKAD KITA
BERJIWA SAPTA MARGA
BATALYON ENDRA DHARMALAKSANA
TUNAS PERWIRA BIJAKSANA
DALAM IKATAN JIWA KORSA SESAMA
HIDUP MATI BERSAMA
PERWIRA KSATRIA TIDAK PERNAH PUTUS ASA
RELA KORBANKAN JIWA DAN RAGA
RAJIN MENUNTUT ILMU
DENGAN SEMANGAT MEMBARA
PEMUDA TULANG PUNGGUNG NEGARA
KAMI POLISI PENGANYOM UTAMA MASYARAKAT
PANTANG MENYERAH DEMI CITA-CITA
JAYALAH ENDRADHARMALAKSANA

I. Mereka yang terpilih

Langit biru begitu luas terbentang, dari ufuk cakrawala tersirat semburat merahsona cahaya mentari. Angin gunung berhembus kencang menerpa pucuk-pucuk pohon kelapa yang banyak tumbuh di daerah ini. Sebuah pelataran tanah lapang yang luas dengan gugusan bukit-bukit gersang yang mengelilingi telah menjadi saksi alam msa tiga tahun silam.
Gunung, bukit, pohon, sungai dan rerumputan hijau itu begitu indah terlihat disaat pertama kali kami dating, lain halnya dengan bagi mereka yang kurang beruntung di tahun 1996, di hari itu semua keceriaan sirna, semua tawa terpendam, semua tawa tertutup, dan mereka semua tertunduk dalam kesedihan dan menghantar mereka menaiki bus hingga ke tempat asal mereka.
Saat itu hanya satu kalimat terucap dari bibir kelu seorang sahabat sejati, “ Selamat Jalan Kawan, nasib yang telah memisahkan kita, semoga engkau lebih sukses tahun depan, kumohon doa tulus untuk selalu menemani dalam mengikuti pendidikan disini. “
Hari itu 1110 Catar terpilih untuk menjadi Calon Prajurit Taruna atau Capratar. Mereka terdiri dari 352 Matra Darat , 253 Matra Laut , 150 Matra Udara dan 355 Matra Kepolisian. Mereka mulai lembaran baru dalam lembaga pendidikan ketarunaan. Bumi pelempungan menyaksikan semuanya,memperhatikan setiap insane yang berpijak padanya. Ia pun turut merasakan sebuah kegembiraan yang terpancar dalam senyum dan tawa mereka yang berhasil. Akan tetapi bumi pelempungan tetap diam membisu, sama seperti berpuluh-puluh tahun yang lalu.

II. Masa orientasi Prabhara

Masa orientasi telah dating,semua capratar dari masing-masing matra haruslah berpisah untuk sementara waktu guna mengikuti pengenalan matra masing-masing di Akademi Angkatan dan POLRI.
Siang itu 355 Capratar Akademi Kepolisian angkatan 1996 diberangkatkan dengan bus menuju Bumi Bhayangkara, Akademi Kepolisian. Tiba disana kami telah disambut oleh senior-senior kami dengan beragam acara tradisi dari Gerbang Tanggon Kosala sampai Lapangan Resimen Taruna dan Siswa. Saat itu segalanya tampak begitu asing bagi kami karena memang inilah kali pertama bagi kami seluruhnya menginjakkan kaki disini. Udara yang terasa panas, jalanan panjangdan berliku dengan kanan kiri yang masih penuh dengan belukar, gedung – gedung yang saling berjauhanj serta taruna – taruna senior kami yang berjajar rapi di kanan kiri jalan. Diantara mereka nampak ada yang dengan santai terlihat ramah, ceria, dan tertawa tawa., ada pula yang terlihat tegas, diam, tegap berdiri dengan sesekali menegur taruna lainnya, ada pula yang benyanyi sekeras – kerasnya sambil bertepuik tangan dengan semangat. Mengapa taruna berbeda – beda ? demikian piker kami saat itu.
Kami lihat segala kejanggalan itu, tapi memang semuanya masih serba asing dan gelap hingga tak pernah terbayangkan tantangan di depan yang akan kami hadapi dan kehidupan macam apa yang harus kami jalani. Waktu dua minggu telah kami lewati dengan dalam masa orientasi Prabhara 1996 dan cukup memberikan kesan awal yang cukup sulit diceritakan, Setidaknya saat kami kembali ke lembah Tidar untuk pendidikan dasar bagi Capratar. Selama Prabhara itu, banyak yang berkesan bagi kami Stress, tekanan mental, kecepatan gerak, kecekatan dalam kegiatan, kehidupan flat malam hari, kegiatan lain yang padat dan melelahkan serta Rumor KSA masih terngiang-ngiang di telinga kami. Namun demikian semua itu membuat kami makin tegar untuk menghadapi pendidikan dasar Chandradimuka karena kantong kanan kiri, didalam kaos kaki, didasar sepatu, dan tempat-tempat tersembunyi lainnya ada terselip “ sesuatu” dari kakak asuh kami sebagai bekal kehidupan kami selama Chandradimuka.
Terimakasih kakak asuh, Mbah mentor dan Buyut Mentor atas wejangan, cerita dan trik-trik hebat juga minyak-minyaknya. terima kasih juga kepada senior kami yang sengaja jaga serambi saat itu yang malam-malam memberikan kami es, extra joss, snack dsb. Kami Capratar 1996 siap mengikuti CHANDRADIMUKA.

III. SELAMAT DATANG DI KAWAH CHANDRA DIMUKA

Masa Orientasi Prabhara sudah usai dan pagi hari itu 355 Capratar Akademi Kepolisian kembali menghirup udara segar Lembah Tidar. Kicau burung yang merdu menambah semangat sebuah satu lembaran baru. Chandradimuka 1996 sebauh momentum awal kehidupan ala ABRI diperkenalkan.
Hari itu para Capratar matra Kepolisian bergabung dengan Matra lainnya dan terbagi menjadi 3 Batalyon Chandradimuka. Dalam latihan Integrasi Chandradimuka, kita semua diperkenalkan pada kehidupan baru dimana warna militer yang diberikan kepada kita semua diperkenalkan pada kehidupan baru dimana warna militer yang diberikan kepada kita ternyata benar-benar membuat sikap-sikap sipil kita luntur. Satu persatu kenangan masa-masa indah selama di SMA mulai hilang. Dan seiring dengan bergulirnya mentari dalam perputarannya, semua masa yang pernah kami alami Chandradimuka telah mencetak kami menjadi sosok Gatot Kaca Muda yang siap bergabung dengan ABRI untuk mengamankan bangsa dan Negara Indonesia. Waktu tiga setengah bulan bersama menimba ilmu di bumi Asri yang sejuk dalam segala suka dan duka bersama diantara rasa kangen kepada sanak saudara yang akhirnya harus menjadi kenangan. Kita harus berpisah guna melanjutkan pendidikan lanjutan ke masing-masing Matra. Guna mencapai cita-cita menjadi Perwira.
Selamat pisah kawan, selamat Berjuang di masing-masing Akademi. Saat itu, saat ini dan saat yang akan datang. Kita akan tetap berintegrasi Bersama dalam tugas suci Negara, Bangsa dan bumi pertiwi Indonesia.

IV. MENITI KEHIDUPAN KORP TARUNA AKADEMI KEPOLISIAN

13 Nopember 1996, Lembaran baru dibuka, 354 Pratar Akademi Kepolisian dengan resmi telah menjadi warga Resimen Korps Taruna AKPOL. Dari jumlah awal 355 Capratar akhirnya tinggal 354 saja. 1 orang rekan kami sakit dan harus kami tinggalkan. Tidak banyak yang berubah selama kurun waktu tiga setengah bulan hanya yang jelas berbeda saat itu adalah pandangan para Taruna Senior, berbeda sekali saat Orientasi Prabara. Tatapan mata mereka lebih tajam, sedikit saja salah kami selalu dapat teguran. Tapi semua itu baru permulaan dan para Pratar pun belum mengambil pusing karena masih hanyut suasana Wisuda Jurit.
Suasana itu berubah ketika apel malam pertama diambil, ketika para orang tua telah kembali, ketika adik kakak, dan rekanita telah meningglkan kami sendiri, 21.00 WIB Apel dimulai, saat itu semua membisu dan Pratar mulai menyadari bahwa mereka tinggal sendiri, senasib sepenanggungan, tak tahu apa yang akan terjadi, tak pernah membayangkan seperti apa Kehidupan Resimen Korps Taruna.
Detik, meniti jam, Hari Minggu dan bulan bergulir dengan cepat. Walaupun ada kenangan yang tragis yang menghebohkan yang mengakibatkan landing session pertama, kedua dan ketiga. Tragedi Kadga asalah sebuah salam perkenalan kehidupan malam Resimen yang keras membuat tidur kami tak nyenyak, membuat pandangan kami terhadap Taruna Senior berubah 180 derajat. Pada awalnya kehidupan Resimen Korps Taruna dengan segala aturan dan norma baik itu yang tertulis dalam perduptar maupun yang tersirat dalam tradisi-tradisi Korps Taruna terasa sangat berat. Tapi dengan modal tekad, doa dan bimbingan dari kakak asuh, senior dan pokkokorrps kami, kami tetap melangkah meningkat pangkatnya menjadi Kopral Taruna. Dan kami telah mendapatkan nama yang berasal dari wakil Gubernur Akademi Kepolisian Brigadir Jenderal Polisi Drs. Djamaluddin Edy Danusyam, kami adalah Batalyon XXXI Akpol ENDRA DHARMALAKSANA yang berarti Pemimpin yang jujur dan Bijaksana. Semoga kami dapat menjadi Pemimpin yang jujur dan Bijaksana sesuai dengan nama kami.
Seiring dengan perjalanan panjang melelahkan bagaikan seleksi alam, Batalyon Endra Dharmalaksana telah kehilangan 18 Rekan kami baik yang harus turun tingkat, dikembalikan ke masyarkat maupun yang kembali kepada Yang Maha Kuasa.
Begitu banyak gemblengan, asuhan dan bimbingan yang kami terima yang mengharuskan kami untuk menjadi Figur Perwira POLRI yang mandiri, demokratif, Propesional serasa menjunjung tinggi HAM dalam menjalankan tugas. Masa-masa berta didalam Resimen masih lebih berat kondisi Bnagsa dan Negara saat itu. Reformasi total sebagai akibat dan krisis yang berkepanjangan merupakan cetusan keinginan masyarakat yang menginginkan Supremasi Hukum dan sebagai Konsekuensinya, Masyarakat Menuntut POLRI yang Mandiri.
1 April 1999 secara resmi POLRI Mandiri. Hal ini ditinjak lanjuti dengan Mandirinya Akademi Kepolisian dari AKABRI pada tanggal 10 April 1999. semangat Reformasi ini melekat kuat di dada kami. Kepada Masyarakat Indonesia, kami siap mengabdi.

TEMU KANGEN ALUMNI AKABRI 1999

Atas nama Panitia, Kami mengucapkan terimakasih yg sebesar2nya kepada :
a. Bro Raditya, atas semangat dan partisipasinya yg luar biasa…!!! Bener2 All Out Bro..!!!
Artisnya OK banget…!!!
Keyboardis n DJ-nya juga Mantap, Belum lagi supply soft n hard drink, plus aneka buah yg bikin lengkap acaranya…!!!
Tambah lagi ‘tamu undangan luar’-nya, bener2 bikin MERIAH…!!!
Rekan2 TNI ampe melotot…!!! ternyata… Lebih OK ketimbang fotonya… Ck ck ck…!!!
b. Bro Taufik, atas peralatan DJ lengkap dengan DJ-nya… Mantaps banget Bro…!!!
c. Mas Murwoto, tanpa dukungan tim-nya, gak akan ada “Daftar nama plus no telepon rekan2”, ini dia yg membuat Kekompakan n Kebersamaan itu tdk berhenti sampai di sini…
d. Mas Soft-one n Mas Pol Capt Dino, atas ‘name tag’ yg sdh disiapkan, sekalipun ‘terganggu’ oleh mobil sialan yg mogok di-TOL, maceeeeettt total…!!!
e. Mas Nurman, sang Jawara Priok atas kreasinya yang tiada henti… You’re the best…!!!
f. Mas Rizky… Pengorbanan ‘melek’-nya beberapa malam, kayaknya terbayar lunas, atas apresiasi rekan2 semua saat menonton film-nya… Bikin MERINDING Bro… TOP Banget…!!!
g. Tidak lupa, Bro Epeng dari Timur jauh, Bro Ambat n Bro Sapta dari Barat, Mang Rio Tangkari n Mas Dolly AP… Semangat-nya bener Luar Biasa…
Ditengah kesibukannya masih menyempatkan hadir, meninggalkan “PILKADA” n kesibukan yg lain (Kapolres, Kaden nggak dianggep, demi Acara ini…!!! Lebih mentingin Kumpul ED/Base 99)
Serta semua rekan2 yang hadir, sehingga Kita lah yg terbanyak jumlahnya dg jumlah 37 orang, di-susul AL 33 orang, AU 13 orang, AD 7 orang
Terimakasih juga utk rekan2 semua, Kami sangat memahami sebenarnya rekan2 semua sdh berniat hadir, namun krn situasi dan kondisi yg di hadapi memaksa rekan2 tidak jadi berangkat

Seluruh Panitia memohon maaf atas segala kekurangan dan ketidaknyamanan dlm acara tsb, hal ini semata2 krn keterbatasan kami, Kami berharap semoga acara berikut-nya akan lebih sukses…!!! Amien

TEMU KANGEN ALUMNI AKABRI 1999

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

RAIH KESUKSESAN DALAM BINGKAI KEBERSAMAAN

Raih Kesuksesan Dalam bingkai Kebersamaan

Selamat Pagi ……

Dari kalimat tema itu terdapat empat kata, yaitu raih, kesuksesan, bingkai dan kebersamaan. Raih merupakan kata yang bermakna mencapai. Kesuksesan berasal dari kata sukses, yang berarti berhasil ataupun beruntung. Kesuksesan memiliki makna keberhasilan atau keberuntungan.Bingkai adalah bilah (papan, rotan) yang dipasang disekeliling suatu benda supaya kuat. Sesuatu dibingkai dengan tujuan semakin indah dan kuat untuk dipajang sehingga bisa ditampilkan dan dirasakan. Alasan lain sesuatu dibingkai karena hendak diberikan kepada seseorang. Sedangkan kebersamaan berasal dari kata sama, yang memiliki arti serupa; tidak berbeda; tidak berlainan. Kebersamaan memiliki makna hal bersama.

Secara sederhana tema itu dapat dimaknai bahwa kesuksesan yang telah atau akan kita raih adalah hasil dari kebersamaan dan semakin kuat karena ada bingkai yang sengaja kita gunakan yaitu kebersamaan, sehingga kesuksesan tersebut dapat ditampilkan dan dilihat oleh mata-mata di sekeliling kita. Dengan bingkai kebersamaan maka kesuksesan akan semakin indah dilihat, dirasakan dan tidak mudah jatuh ataupun rusak. Kesuksesan yang telah atapun akan diraih oleh setiap perwira eks Yon ED merupakan hasil dari kebersamaan yang harus terus kita bangun dan pelihara sehingga kesuksesan di dalam pengabdian sebagai anggota Polri merupakan persembahan yang terbaik dan terindah kepada masyarakat, institusi Polri serta negara dan bangsa Indonesia.

Dewasa ini kesuksesan seseorang dinilai dari kekayaan dan popularitas. Namun kita jangan terjebak di dalamnya. Kesuksesan terbesar adalah kesuksesan setiap kita di dalam kebersamaan untuk menjadikan Polri sebagai institusi yang professional, terpercaya, terhormat dan dibanggakan. Oleh karenanya, setiap kita yang telah memiliki kekayaan, ataupun popularitas harus berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi sehingga hidup kita memiliki makna bagi keluarga, masyarakat, serta negara dan bangsa, khususnya bagi institusi Polri.

Bingkai yang kuat dan indah hanya dapat dihasilkan dari bahan yang bermutu dan memerlukan suatu proses dalam pembentukannya. Demikian halnya dengan kebersamaan. Kebersamaan yang diinginkan adalah kebersamaan yang lahir dari hati yang tulus dan membutuhkan suatu proses untuk tumbuh dan dipelihara. Sesungguhnya setiap kita yang menentukan cepat-lambat, kuat dan indahnya kesuksesan dan kebersamaan yang akan diciptakan. Oleh karenanya mari kita seluruh perwira eks Yon Endra Dharmalaksana bergandeng tangan didalam bingkai kebersamaan untuk meraih kesuksesan yang akan kita persembahkan bagi keluarga, masyarakat, negara dan bangsa, khususnya Institusi Polri.

Jayalah Endra Dharmalaksana!