Saya berSumpah 

Demi Allah saya bersumpah, selaku pejabat Kepolisian Republik Indonesia akan taat kepada Pancasila, UUD 1945, dan NKRI.  

Saya akan mentaati segala peraturan perundangan dan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab. 

Saya akan selalu menjunjung tinggi negara dan pemerintah, serta senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat daripada kepentingan sendiri maupun perseorangan dan golongan .

UANG

.*Ketika UANG menyapaku…*
Perkenalkan,

Namaku : UANG

Nama panggilan : DUIT

Nama ukhuwah : FULUS

Nama tenar : MONEY
Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu merombak tatanan dunia.

Aku juga “bisa” merubah Perilaku, bahkan sifat Manusia’ karena manusia mengidolakan aku. 

Banyak orang merubah kepribadiannya,­­­­ mengkhianati teman, menjual tubuh, berantem dengan saudara, bahkan meninggalkan keyakinan imannya, demi aku!
Aku tdk mengerti perbedaan orang saleh & bejat, tapi manusia memakai aku menjadi patokan derajat, status, menentukan kaya miskin & terhormat atau terhina.
Aku bukan iblisatau, tapi sering orang melakukan kekejian demi aku.😈👺👿
Aku juga bukan org ketiga, tapi banyak suami istri pisah gara2 aku, kakak dan adik beradu dan saling benci karena aku. 

Anak dan orangtua berselisih gara2 aku.💔💔💔
Sangat jelas bahwa aku bukan Tuhan, tapi manusia menyembah aku seperti Tuhan, bahkan kerap kali hamba2 Allah lebih menghormati aku, padahal Allah sudah pesan jangan jadi hamba uang..
Seharusnya aku melayani manusia, tapi kenapa malah manusia mau jadi budakku?
Aku tidak pernah mengorbankan diriku untuk siapa pun, tapi banyak orang rela mati demi aku.
Perlu aku ingatkan, aku hanya bisa menjadi alat bayar resep obat anda, tapi tidak mampu memperpanjang hidup anda.
Kalau suatu hari anda dipanggil Allah, aku tidak akan bisa menemani anda, apalagi menjadi penebus dosa2 anda, anda harus menghadap sendiri kepada sang Pencipta lalu menerima penghakiman-NYA.
Saat itu, Allah pasti akan hitung2an dengan anda, APAKAH SELAMA HIDUP ANDA MENGGUNAKAN aku dengan baik, atau sebaliknya MENJADIKAN aku sebagai tuhan?
Ini informasi terakhirku: 

Aku TIDAK ADA DI SURGA,

Jadi jangan cari aku disana.
SARANKU :

1. Jangan lupa Zakat, Infak, Shodaqoh agar hidup anda jadi BERKAH di dunia dan akherat.

2. Ingat, ya? Jangan terlalu sayang sama aku.

3. Jangan percaya kalo ada orang bisa menggandakan saya berlipat lipat…itu fitnah….bohong. Jangan mau di bodohi.

4. Kalo kamu mau katemu aku di alam kubur , maka titipkan aku pada Masjid, panti yatim panti jompo, dan ke orang orang yg sangat membutuhkan tapi hidupnya belum beruntung.
Salam,😍😘

💵💴 UANG 💷💰💰

Jakarta , 18 Nov 2016

Metro 4 WA

Mawas Diri

*Ketika aku berpikir negatif pada seseorang TANPA ada bukti,**TANPA SADAR, aku telah menghakimi orang itu.*

*Lebih mudah mana?*

Berusaha menyingkirkan semua kerikil tajam di sepanjang jalanan, atau memakai sepatu agar kaki kita tidak terluka?

*Lebih mungkin mana?*

Berusaha mensteril semua tempat agar tak ada kuman,

atau memperkuat daya tahan tubuh kita sendiri?

 

*Lebih mudah mana?*

Berusaha mencegah setiap mulut agar tak bicara sembarangan,

atau menjaga hati kita sendiri agar tidak mudah tersinggung?

 

*Lebih penting mana?*

Berusaha menguasai orang lain, atau belajar menguasai diri sendiri?

 

*Yang penting bukan bagaimana orang harus baik padaku, melainkan bagaimana aku berusaha baik pada orang lain.*
*Bukan orang lain yang membuat aku bahagia, melainkan sikap diriku sendirilah yang menentukan, aku bahagia atau tidak.*
*Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini, TIDAK akan terulang kembali,*

*Namun ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan, yaitu BELAJAR dari masa lalu untuk hari esok yang lebih baik.*

 

*Hidup adalah PROSES,*

*Hidup adalah BELAJAR,*

*Tanpa ada batas UMUR.*
*SETIAP TEMPAT ADALAH SEKOLAH KEHIDUPAN.*
*SETIAP ORANG ADALAH GURU KEHIDUPAN*
SETIAP PERISTIWA ADALAH ILMU KEHIDUPAN.*
“Tetap SEMANGAT …!!!

BAN

.
Seorang anak memperhatikan ayahnya yang sedang mengganti BAN mobil mereka. “Mengapa ayah mau repot-repot mengerjakan ini dan tidak memanggil orang bengkel saja untuk mengerjakannya ?”tanya si bocah dengan penasaran.
Sang ayah tersenyum. “ Sini, nak, kau lihat dan perhatikan…

Ada enam hal tentang BAN yang bisa kita pelajari untuk hidup kita,” katanya sambil menyuruh sang bocah duduk di dekatnya. “ Belajar dari BAN ? ” Mata sang anak membelalak. “Lebih pintar mana BAN ini dari pada Bu Guru di sekolah yah?”
Dalam hidup harus mau belajar, karena segala sesuatunya terus berkembang… Sang ayah tertawa. “Gurumu tentu pintar, Nak. Tapi perhatikan BAN ini dengan segala sifat-sifatnya….. 

Pertama, BAN selalu konsisten bentuknya. Bundar… Apakah dia dipasang di sepeda roda tiga, motor balap pamanmu, atau roda pesawat terbang yang kita naiki untuk mengunjungi kakek-nenekmu… BAN tak pernah berubah menjadi segi tiga atau segi empat.”🙂 Si bocah mulai serius. “ Benar juga ya, Yah. Terus apa yang kedua ? ”
“ Kedua, BAN selalu mengalami kejadian terberat…

Ketika melewati jalan berlubang, dia dulu yang merasakan. Saat melewati aspal panas, dia juga yang merasakan. Ketika ada banjir, dia juga yg harus mengalami langsung. 

Bahkan ketika ada kotoran hewan atau bangkai hewan di jalan yang tidak dilihat si pengemudi, siapa yang pertama kali merasakannya? ” tanya sang ayah. “ Aku tahu, pasti BAN ya, Yah ? ” jawab sang bocah antusias

“ Benar sekali, kata ayahnya . Yang ketiga, BAN selalu menanggung beban terberat. Baik ketika mobil sedang diam, apalagi sedang berjalan. 

Baik ketika mobil sedang kosong, apalagi saat penuh penumpang dan barang. Coba kau ingat,” ujar sang ayah. Si bocah mengangguk.
“ Yang keempat, BAN tak pernah sombong dan berat hati menolak permintaan pihak lain. BAN selalu senang bekerja sama. 

Ketika pedal rem memerintahkannya berhenti, dia berhenti. Ketika pedal gas menyuruhnya lebih cepat, dia pun taat dan melesat. Bayangkan kalau ban tak suka kerjasama dan bekerja sebaliknya ? Saat direm malah ngebut, dan saat digas malah berhenti ?” Selalu siap bekerjasama dengan siapapun dan dalam kondisi apapun “ Wow, benar juga Yah,” puji sang bocah sambil menggeser duduknya lebih dekat kepada sang ayah.
“ Nah, sifat kelima BAN adalah, meski banyak hal penting yang dilakukannya, dia tetap rendah hati dan tak mau menonjolkan diri. Dia biarkan orang-orang memuji bagian mobil lainnya, bukan dirinya.” “ Maksud ayah apa ? ” tanya si bocah bingung. “ Kamu ingat waktu kita ke pameran mobil bulan lalu ? ” tanya sang ayah disambut anggukan sang bocah. “ Ingat dong, Yah, kita masuk ke beberapa mobil kan ? ” “ Persis,” jawab sang ayah. “ Biasanya di show room atau pameran mobil, pengunjung lebih mengagumi bentuk body mobil itu, lalu ketika mereka masuk ke dalam, yang menerima pujian berikutnya adalah interior mobil itu. Sofanya empuk, AC-nya dingin, dashboardnya keren, dan lain-lain. Jarang sekali ada orang yg memperhatikan BAN apalagi sampai memujinya. Padahal semua kemewahan mobil, keindahan mobil, kehebatan mobil, tak akan berarti apa-apa kalau BANnya kempes atau bocor .” Senantiasa rendah hati🙂 “ Wah, iya ya, Yah, aku sendiri selalu lebih suka memperhatikan kursi mobil untuk tempat mainanku.” Sang ayah selesai mengganti bannya, dan berdiri menatap hasil kerjanya dengang puas.
“ Yang keenam tentang BAN adalah, betapa pun bagus dan hebatnya mobil yang kau miliki, atau sepeda yang kau punya, atau pesawat yang kita naiki, saat BAN tak berfungsi, kita tak akan bisa kemana-mana. 

Kita tak akan pernah sampai ke tujuan.” Sang anak mengangguk-angguk.
Sang ayah menuntaskan penjelasannya, “ Jadi saat kau besar kelak, meski kau menghadapi banyak masalah dibanding kawan-kawanmu, menghadapi lumpur, aspal panas, banjir, atau tak mendapat pujian sebanyak kawan-kawanmu, bahkan terus menanggung beban berat di atas pundakmu, tetaplah kamu konsisten dengan kebaikan yang kau berikan, tetaplah mau bekerja sama dengan orang lain, dan JANGAN merasa hebat sendiri , dan yang terpenting , tetaplah menjadi penggerak dalam ketaatan dan kedisiplinan di manapun kau berada. Itulah yang ayah maksud dengan hal-hal yg bisa kita pelajari dari BAN untuk hidup kita….Tetap semangat untuk tetap membagi kebaikan, didalam setiap keadaan…:)